Home » » SUBHANALLOH, Manusia Berkepala Dua

SUBHANALLOH, Manusia Berkepala Dua

Written By Toni Ardi on Sabtu, 21 Mei 2011 | 21.05


JAGAD MISTERI : Jika pernah mendengar beritanya tentu sahabat-sahabat masih ingat dengan gadis kembar berbadan satu berkepala dua yang dapat bertahan hidup melewati usia yang lazim dianggap sebagai batas tertinggi untuk hidup anak kembar seperti mereka. Abigail Loraine Hensel (Abby) dan Brittany Lee Hensel (Britty) namanya. Mereka dilahirkan pada Tanggal 7 maret 1990 sebagai kembar siam parapagus disefalis simetris. Brittany adalah kembar sebelah kiri, dan Abigail di sebelah kanan. Mereka memiliki dua tulang belakang yang menyatu pada panggul. Mereka memiliki dua perut, tiga paru-paru, dan dua lengan (Sebetulnya ada lengan ketiga diantara kepala mereka tetapi karena tidak berkembang dengan baik dan tidak berfungsi maka diamputasi sewaktu masih kecil).

Kebanyakan organ bersama terletak dibawah garis pinggang. Rinciannya adalah sebagai berikut:

Source: clipclip.org


Source
: clipclip.org

  • 2 kepala
  • 2 spinal cord yang terpisah total
  • 2 tulang belakang dengan rusuk yang menjembatani kedua kolom
  • 2 lengan (pada awalnya 3 tetapi diamputasi)
  • 2 sangkar rusuk, pernah dibedah untuk mengoreksi skoliosis dan memperluas kavitas pelural
  • 2 sternum yang menyatu
  • 4 paru-paru (paru-paru tengah sedikit menyatu, yang tidak melibatkan lobe atas Brittany): tiga kavitas pelural
  • 1 diafragma dengan pernafasan tak-sadar yang terkoordinasi baik
  • 2 jantung dalam satu sistem sirkulasi
  • 2 perut
  • 2 kantung empedu
  • 1 hati, lobe kanan yang membesar dan memanjang
  • 1 usus besar dengan satu usus kecil
  • 2 ginjal kiri, satu ginjal kanan
  • 1 kandung kemih
  • 1 set organ reproduksi
  • 2 paruh-sakrum terpisah, yang menyatu di bagian belakang
  • 1 panggul yang sedikit lebar
  • 2 kaki

Saat lahir ayah mereka menolak pilihan untuk operasi pemisahan setelah mendengar dari dokter bahwa tidak ada kemungkinan kedua gadis ini akan bertahan hidup jika dioperasi. Setelah mereka tumbuh dan belajar berjalan serta keterampilan-keterampilan lainnya, orang tuanya merasa tepat mengambil keputusan menolak operasi pemisahan waktu itu.
Source: homeworking[dot]ws

Source: homeworking.ws



Kepala Brittany miring ke luar sekitar 15 derajat, sedangkan kepala Abby miring sekitar 5 derajat, sehingga menyebabkan Brittany kelihatannya sedikit lebih pendek. Mereka dibesarkan di New Germany, Minnesota. Pada usia 12 tahun, mereka menjalani bedah di Gillette Children’s Specialty Healthcare untuk mengoreksi skoliosis dan untuk memperlebar rongga dada mereka agar dapat mencegah kesulitan bernafas di masa mendatang.
Masing-masing kembar ini mengatur satu sisi dari badan mereka yang menyatu. Sekalipun begitu mereka tetap dapat mengoordinasikan kaki dan tangan mereka ketika kedua tangan atau kedua kaki diperlukan bersama-sama. Dengan mengoordinasikan usaha-usaha yang mereka lakukan, mereka mampu berjalan, berlari dan mengendarai sepeda dengan normal, padahal kaki dan tangan sebelah kanan dikendalikan oleh Abby dan kaki tangan sebelah kiri dikenalikan oleh Brittany. Dengan kompak mereka bisa mengetik dengan kecepatan normal. Indera sentuhan mereka terbagi dua sebelah menyebelah, yang tidak terdapat pada bidang sagital-tengah sehingga sedikit ada timpang-tindih sentuhan pada garis-tengah badan mereka. Abby tidak dapat merasakan sentuhan tangan Brittany dan begitu juga sebaliknya.
Source: flatrock[dot]org

Source: flatrock.org

Source: clipclip.org


Source: clipclip.org

Mereka berhasil melewati ujian untuk mendapatkan SIM, baik tes tertulis maupun tes mengemudi. Tes ini harus dilakukan dua kali, satu untuk Abby dan satu untuk Brittany. Abby mengontrol pedal, radio, defogger, dan alat-alat lain yang terletak di sebelah kanan jok pengemudi, sedangkan Brittany mengendalikan lampu dan sein; secara bersama-sama, mereka mengontrol setir kemudi.

Dalam berbicara mereka adalah dua orang yang sangat berbda, dengan selera yang berbeda pula. Makanan kesukaan, warna pakaian favorit dan lain-lainnya juga berbeda. Ada beberapa pakaian mereka yang harus dirubah oleh tukang jahit mereka untuk menekankan individulitas mereka. Mereka biasanya akan makan dengan piring sendiri, tetapi kadang-kadang hanya satu piring untuk memudahkan (misalnya keduanya memakan hamburger). Abigail lebih pintar dalam matematika dan Brittany lebih pandai dalam menulis. Untuk tugas-tugas seperti membalas e-mail, mereka mengetik dan merespons sebagai satu orang, dengan mengantisipasi perasaan satu sama lain dengan sedikit komunikasi verbal diantara mereka. Biasanya mereka menggunakan kata ganti orang ke-tiga tunggal untuk nama mereka.
Source: clipclip[dot]org
Source: clipclip.org
Ada beberapa kekhawatiran tentang kemampuan mereka untuk terus memiliki kesehatan yang baik karena hanya ada empat kembar siam dengan batang-tubuh tidak terpisah dan dua kaki yang diketahui bertahan hidup sampai dewasa, dan kebanyakan mengalami cacat jantung bawaan atau kelainan organ lain. Namun sampai kini belum ada tanda-tanda gangguan kesehatan yang ditemukan pada kasus Abby dan Brittany ini. Sejauh ini mereka belum memberi izin kepada peneliti-peneliti medis untuk meneliti diri mereka. Bahkan mereka sangat membatasi penampakan di media. Mereka juga berharap dapat berpacaran, menikah, dan punya anak.



Pada tahun 2006, mereka muncul dalam acara Joined for Life, sebuah filem dokumenter yang diproduksi oleh Advanced Medical. Mereka juga muncul dalam Show Oprah Wintrey pada 8 April dan 29 April 1996. Pada April 1996, kembar ini ditampilkan pada sampul majalah Life dengan judul “One Body, Two Souls”, dan gaya-hidup sehari-hari mereka digambarkan dalam artikel yagn berjudul “Hensels’ Summer. Pada tahun 2003, info terbaru tentang kisah mereka pada usia 11 tahun (difilemkan di 2001) dipublikasikan dalam majalah Time dan juga di majalah Life. Mereka muncul dalam sebuah dokumenter lanjutan di The Learning Channel pada 17 Desember 2006 yang difilemkan di sekitar ulang tahun ke-16 mereka. Pada musim panas 2006 mereka berlibur ke Texas di rumah seorang keluarga yang juga memiliki anak gadis kembar disefalus namun telah meninggal hanya dalam usia beberapa jam setelah lahir.

Source: clipclip.org


Source: clipclip.org

Mereka berdua telah tamat dari SMA pada tahun 2008 dan sekarang ini telah mulai kuliah di Bethel University, St. Paul, Minnesota, USA. Tanggal 7 Maret 2010 kemarin mereka telah genap berusia 20 tahun. Bahkan telah dikabarkan bahwa mereka telah ditunangkan, meskipun berita ini belum dikonfirmasi kebenarannya. Cukup sulit dibayangkan ketika mereka telah berumah tangga, khususnya kehidupan seksual mereka mengingat hanya ada satu set organ reproduksi buat mereka. Sungguh maha suci Allah yang telah menunjukkan salah satu tanda-tanda kekuasaannya pada Abby dan Brittany, si kembar berbadan satu berkepala dua yang kini telah menginjak usia dewasa.
Bayi Berkepala Dua di Jambi,
Warga Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, dihebohkan dengan kelahiran bayi laki-laki berkepala dua. Mendengar berita ini, warga berbondong-bondong mendatangi rumah pasangan Irawati (25) dan Abdul Kasim (29), di RT 01 Kelurahan Nibung Putih, Kecamatan Muarasabak Barat. Abdul Kasim mengungkapkan, anak pertamanya lahir dengan berat 3,2 kg pada Selasa (19/1/2010) sekitar pukul 05.30 WIB.

Dirinya dan istri sama sekali tidak pernah menyangka bayinya memiliki kepala dua. Padahal, semasa kehamilan istrinya tidak menunjukkan tanda yang aneh dan mencurigakan. Bahkan, proses persalinan berjalan dengan lancar. "Saat hamil, istri rajin memeriksakan dirinya ke bidan di Nibung Putih ini," katanya.
Ganga dan Jamuna Mondal
Apa yang anda bayangkan jika melihat kembar siam dengan berkaki tiga dan berkepala dua? Kasihankah anda? atau malah mengagumi kebesaran Allah? Dibawah ini kita akan melihat kebesaran Allah
Dilahirkan sebagai anak kembar membuat Ganga dan Jamuna Mondal saling mendukung satu sama lain, apalagi kondisi tubuh mereka tidak seperti bayi kembar lain yang terlahir normal. Lihat Fotonya yang ‘mengharukan’ dibawah ini :
Gadis2kepala3kaki
Ya, takdir berbicara lain. Ganga dan Jamuna terlahir dempet hanya memiliki satu badan. Mereka pun harus hidup berdampingan selama 39 tahun.
Tak hanya itu, kondisi tubuh mereka juga sangat memprihatinkan. Baik Ganga maupun Jamuna memiliki dua tangan. Namun, mereka cuma dikaruniai tiga kaki.
Dengan begitu, jika keduanya berjalan, maka mereka sepintas mirip laba-laba karena berjalan menggunakan keempat tangan dan kedua kaki.
Toh, kondisi tersebut tak membuat pasangan yang lahir di West Bengal, India, ini terus menangisi keadaannya. Keduanya justru ikut membantu mencari nafkah untuk keluarga.
Mereka memanfaatkan cacat tubuh untuk bermain sirkus dan menjuluki diri “The Spider Sisters” alias “Laba-Laba Bersaudara”.
Mereka berada di panggung hiburan selama lima jam dalam satu malam. Dari pertunjukan sirkus tersebut, mereka mampu mengumpulkan uang sebesar Rp 403.000.
Jumlah uang tersebut cukup untuk membiayai makan seluruh keluarga mereka yang berjumlah 22 orang selama empat malam.
“Orang-orang selalu memerhatikan kami. Mereka pikir kami aneh,” ujar Jamuna, seperti dikutip The Sun, Sabtu (24/10).
Ketika lahir, 39 tahun silam, bidan yang menolong persalinan ibu mereka sempat jatuh pingsan karena terkejut melihat kondisi bayi yang dilahirkan. Menurut dokter yang kemudian memeriksa mereka, Ganga dan Jamuna disatukan di bagian pinggul.
Masing-masing dari mereka memiliki badan bagian atas yang normal dan satu kaki yang masih berfungsi. Dua kaki lainnya mengering dan berdempetan menjadi satu tungkai dengan sembilan jari kaki.
Ahli kembar siam asal Amerika Serikat, dr James Stein, menyatakan bahwa keduanya akan tetap hidup jika dipisahkan. Hanya, mereka tak ingin dipisahkan karena khawatir terhadap keselamatan saudaranya yang lain. Akhirnya, mereka memilih untuk tetap bersama menjadi satu.
“Kami akan hidup sesuai dengan kehendak yang telah digariskan Tuhan,” ungkap Ganga.

Wanita China, Lahirkan Bayi Berkepala Dua


Bayi kepala dua (Foto: The Sun)
Bayi kepala dua (Foto: The Sun)
BEIJING - Seorang ibu di China melahirkan bayi perempuan dempet pada bagian tubuhnya. Bayi tersebut memiliki dua kepala dalam satu tubuh.

Bayi yang lahir dari pasangan petano di Rumah Sakit Suining, Provinci Sichuan tersebut memiliki berat 4 kilogram dan panjang tubuh yang mencapai 51 centimeter. Bayi perempuan tersebut diketahui lahir pada hari Kamis 5 Mei lalu.

Menurut keterangan seorang perawat yang bernama Wang, kedua orangtua dari bayi itu awalnya tidak menginginkan kelahiran bayi mereka. Kedua takut tidak mampu membiayai hidup bayi malang tersebut.

Seperti dilansir Xinhua, Rabu (11/5/2011), kondisi kekuangan yang minim, membuat pasangan petani tersebut berpikiran untuk menggugurkan bayi saat masih dalam kandungan sang ibu. 

Saat ini bayi kembar dempet tersebut dibawa ke rumah sakit di Chongqing untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter menyatakan keduanya sulit untuk dipisahkan, karena beberapa organ vital dibagi oleh keduanya.

0 komentar:

Poskan Komentar

Syukron telah mengomentari tautan blog ini, Insya Alloh jadi refleksi menuju berkemajuan

Visitor Story

link

link
ASSABIQ SOFA

Translate

Trending Topic